Heritage of Java
javanese culture and society
Sign Up!
Login
Welcome to Heritage of Java
Friday, September 10 2010 @ 03:20 PM CDT
Email Article To a Friend View Printable Version

JAMU (Traditional Herbal Medicine)

Tradisi di Jawa


Jamu - Minuman/Obat Tradisional Jawa

"Kembali ke alam" bukanlah hanya slogan di Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Email Article To a Friend View Printable Version

Aksesori Busana Jawa

Tradisi di Jawa

AKSESORIS DI KRATON

TERIKAT ATURAN DAN KETENTUAN

            Melengkapi diri dengan aksesoris seperti kalung, gelang, anting, bros, bando, dan sebagainya bisa dipastikan dengan tujuan tampil lebih percaya diri, lebih cantik, atau lebih cakep, tampan. Bagi masyarakat kebanyakan, persoalan aksesoris memang tidak ada batasnya, tetapi untuk lingkungan tertentu seperti keraton, hampir selalu terkait dengan tatanan atau aturan tertentu. Taruhkah seperti dikatakan oleh GBRAy. Hj. Mudrokusumo, di lingkungan Keraton Yogyakarta, wanita yang belum menikah tidak dibenarkan memasang aksesoris bunga di sanggul.

Email Article To a Friend View Printable Version

Busana Dodotan

Tradisi di Jawa

PENDAHULUAN

Pakaian telah dikenal manusia sejak masa Prasejarah, yaitu sekitar 30.000 tahun yang lalu. Berdasarkan data arkeologi, Indonesia telah mengenal pakaian kurang lebih tahun 1000 SM tepatnya pada masa Neolitik. Pada masa itu, bahan pakaian terbuat dari lembaran kulit kayu, kulit binatang, serta rumbai-rumbai. Pakaian dari kulit kayu dibuat dengan cara dipukul memakai alat dari batu atau kayu sehingga menjadi tipis dan tidak kaku. Sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, lambat laun pakaian menjadi bagian estetika penampilan manusia itu sendiri.

Email Article To a Friend View Printable Version

Busana Jawa

Tradisi di Jawa

Seni Busana Jawa bersumber pada seni busana yang ada dikaraton ,dibedakan menjadi dua jenis, yaitu (1) seni busana untuk putra dan (2) seni busana untuk putri. Dari dua jenis seni busana ini pembahasaannya sebagai berikut.  

Email Article To a Friend View Printable Version

Neptu Hari dan Pasaran

Tradisi di Jawa

Dalam melakukan hajat perkawinan, mendirikan rumah, bepergian dan sebagainya. Kebanyakan orang jawa dahulu, mendasarkan atas hari yang berjumlah 7 (senin-minggu) dan pasaran yang jumlahnya ada 5, tiap hari tentu ada rangkapannya pasaran, jelasnya : tiap hari tentu jatuh pada pasaran tertentu.

Email Article To a Friend View Printable Version

Ubo rampe

Tradisi di Jawa

Ubo Rampe - Sarat Harapan dan PeringatanSetiap peringatan ulang tahun, biasanya tumpeng selalu menjadi sarat ritual. Tidak hanya saat memperingati hari ulang tahun seseorang, tumpeng juga menyertai acara ulang tahun lembaga. Dalam upacara itu, tumpeng dipotong (seharusnya dibelah) dan diberikan kepada generasi penerus. Biasanya tumpeng yang disajikan adalah tumpeng robyong. Lalu apakah ini sekadar gagah-gagahan atau mempunyai makna?

Visit Our WEB

 
 
 
 
 

My Account





Sign up as a New User
Lost your password?

Events

There are no upcoming events

Who's Online

Guest Users: 7

Poll

Isi PORTAL mana yang menarik

What is the best new feature of glFusion?

  •  Audio
  •  Sastra Jawa
  •  Tokoh Jawa
  •  Gamelan
  •  Falsafah
  •  Tradisi Jawa
This poll has 1 more questions.
Other polls | 36 votes | 0 comments

What's New

Stories

No new stories

Comments last 2 days

No new comments

Trackbacks last 2 days

No new trackbacks

Links last 2 weeks

No new links

Files last 14 days

No new files
No new comments

Media Gallery last 7 days

No new media items