AKSESORIS DI KRATON
TERIKAT ATURAN DAN KETENTUAN
Melengkapi diri dengan aksesoris seperti kalung, gelang, anting, bros, bando, dan sebagainya bisa dipastikan dengan tujuan tampil lebih percaya diri, lebih cantik, atau lebih cakep, tampan. Bagi masyarakat kebanyakan, persoalan aksesoris memang tidak ada batasnya, tetapi untuk lingkungan tertentu seperti keraton, hampir selalu terkait dengan tatanan atau aturan tertentu. Taruhkah seperti dikatakan oleh GBRAy. Hj. Mudrokusumo, di lingkungan Keraton Yogyakarta, wanita yang belum menikah tidak dibenarkan memasang aksesoris bunga di sanggul.
PENDAHULUAN
Pakaian telah dikenal manusia sejak masa Prasejarah, yaitu sekitar 30.000 tahun yang lalu. Berdasarkan data arkeologi, Indonesia telah mengenal pakaian kurang lebih tahun 1000 SM tepatnya pada masa Neolitik. Pada masa itu, bahan pakaian terbuat dari lembaran kulit kayu, kulit binatang, serta rumbai-rumbai. Pakaian dari kulit kayu dibuat dengan cara dipukul memakai alat dari batu atau kayu sehingga menjadi tipis dan tidak kaku. Sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, lambat laun pakaian menjadi bagian estetika penampilan manusia itu sendiri.
Ubo Rampe - Sarat Harapan dan PeringatanSetiap peringatan ulang tahun, biasanya tumpeng selalu menjadi sarat ritual. Tidak hanya saat memperingati hari ulang tahun seseorang, tumpeng juga menyertai acara ulang tahun lembaga. Dalam upacara itu, tumpeng dipotong (seharusnya dibelah) dan diberikan kepada generasi penerus. Biasanya tumpeng yang disajikan adalah tumpeng robyong. Lalu apakah ini sekadar gagah-gagahan atau mempunyai makna?