Heritage of Java
javanese culture and society
Sign Up!
Login
Welcome to Heritage of Java
Friday, September 10 2010 @ 03:30 PM CDT
Email Article To a Friend View Printable Version

Mangkunegaran

 

Kerajaan Mangkunegaran dibangun pada tahun 1757, dua tahun setelah dilaksanakan Perundingan Gijanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran  Raden Mas Said memberontak dan atas dukungan sunan mendirikan kerajaan sendiri. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian sungai Pepe di pusat kota yan sekarang bernama Solo.

Email Article To a Friend View Printable Version

Sejarah Karaton Surakarta [3]

Setelah sampai di desa Sala, segera diadakan pengaturan pembagian tempat. Smentara para “:Pandherek” masih berkumpul di alun-alun. Setelah istirahat beberapa lama, diadakanlah upacara menghadap Raja (pasewakan agung). Tempatnya di Tatag Rambat (sekarang pagelaran). Pada pasewakan agung itu bersabdalah Sunan Paku Buwana II kepada segenap hadirin:

Email Article To a Friend View Printable Version

Sejarah Karaton Surakarta [2]

Mengapa pilihan jatuh di desa Sala, ada beberapa alasan yang dapat diajukan, baik dilihat secara wadhag atau fisik-geografis maupun alasan magis-religius. Desa Sala letaknya dekat dengan Bengawan Sala, yang sejak lama mempunyai arti penting dalam hubungan sosial, ekonomi, politik, dan militer antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebuah sumber menyebutkan, Bengawan Sala atau atau Bengawan Semanggi mempunyai 44 bandar (Fery Charter abad ke-14), salah satunya bernama Wulayu atau Wuluyu atau sama dengan desa Semanggi (bandar ke-44).

Email Article To a Friend View Printable Version

Sejarah Karaton Surakarta - 1

Karaton Surakarta adalah sebuah warisan budaya Jawa. Wujudnya berupa fisik bangunan Karaton, benda artefak, seni budaya, dan adat tata cara Karaton. Keberadaannya yang sekarang ini adalah hasil dari proses perjalanan yang panjang, dan merupakan terminal akhir dari perjalanan budaya Karaton Surakarta.

Usaha memahami keadaannya yang sekarang tidak bisa lepas dari usaha mempelajari asal usul dan keberadaanya di masa lampau. Sebab sepenggal cerita dan deskripsi sejarah suatu peristiwa kurang memberi makna yang berarti, jikalau tidak dikaitkan dengan proses dan peristiwa yang lain. Oleh karena itu peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam satu alur yang sama akan memberikan pemahaman yang menyeluruh dan utuh dari situasi yang sama saat ini.

Visit Our WEB

 
 
 
 
 

My Account





Sign up as a New User
Lost your password?

Events

There are no upcoming events

Who's Online

Guest Users: 6

Poll

Isi PORTAL mana yang menarik

What is the best new feature of glFusion?

  •  Audio
  •  Sastra Jawa
  •  Tokoh Jawa
  •  Gamelan
  •  Falsafah
  •  Tradisi Jawa
This poll has 1 more questions.
Other polls | 36 votes | 0 comments

What's New

Stories

No new stories

Comments last 2 days

No new comments

Trackbacks last 2 days

No new trackbacks

Links last 2 weeks

No new links

Files last 14 days

No new files
No new comments

Media Gallery last 7 days

No new media items