Heritage of Java
javanese culture and society
Sign Up!
Login
Welcome to Heritage of Java
Friday, September 10 2010 @ 03:09 PM CDT
Email Article To a Friend View Printable Version

Tari Tradisional Jawa

SERATUS tahun silam, negara kesatuan Republik Indonesia belum terbentuk. Yang ada kelompok- kelompok etnis seperti Jawa, Bali, Minang, dan Melayu yang hidup terpisah-pisah di bawah kekuasaan penjajah Belanda. Sebelum penjajah hadir, penguasa pribumi-raja-raja, terutama Jawa dan Bali- melegitimasikan kekuasaan dan pengaruhnya dengan patronase dan penyelenggara berbagai pertunjukan sebagai bagian dari upacara negara, agama, atau kegiatan rekreasi dan hiburan semata.

Email Article To a Friend View Printable Version

Bedaya Ketawang [1]

Menurut kitab Wedbapradangga yang dianggap pencipta tarian Bedhoyo Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) raja ke-1 dan terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, penguasa laut selatan yang juga disebut Kanjeng Ratu Kidul.

Email Article To a Friend View Printable Version

Bedaya Ketawang [2]

Bedhoyo Ketawang dapat diklasifikasikan pada tarian yang mengandung unsur dan makna serta sifat yang erat hubungannya dengan : (1) Adat Upacara(seremoni); (2) Sakral; (3) Religius; (4) tarian Percintaan atau tari Perkawinan.   

Email Article To a Friend View Printable Version

Wayang Beber

Selama berabad-abad, budaya wayang berkembang menjadi beragam jenis. Kebanyakan jenis jenis wayang itu tetap nenggunakan Mahabarata dan Ramayana sebagai induk ceritanya.

Email Article To a Friend View Printable Version

Wayang Purwa

Untuk informasi yang lebih lengkap, anda bisa ke www.javawayang.com yang juga merupakan bagian dari kumpulan web kami .....

Email Article To a Friend View Printable Version

Wayang Golek, Menak, Klitik, Krucil

Wayang Golek Sunda menggunakan peraga wayang berbentuk boneka-boneka kecil, dengan semacam cempurit untuk pegangan tangan Ki Dalang.

Email Article To a Friend View Printable Version

Wayang Orang

Wayang Orang adalah seni drama tari yang mengambil cerita Ramayana dan Maha­barata sebagai induk ceritanya.

Email Article To a Friend View Printable Version

Wayang Suluh, Wahyu, Gedog, Potehi, Kedek

Wayang Suluh tergolong wayang modern, karena baru tercipta setelah zaman kemerdekaan. Wayang ini dimaksudkan sebagai media penerangan mengenai sejarah perjuangan bangsa. Karena itu, di antara tokoh peraganya, antara lain terdapat Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Syahrir, dan Jenderal Sudirman.

Visit Our WEB

 
 
 
 
 

My Account





Sign up as a New User
Lost your password?

Events

There are no upcoming events

Who's Online

Guest Users: 4

Poll

Isi PORTAL mana yang menarik

What is the best new feature of glFusion?

  •  Audio
  •  Sastra Jawa
  •  Tokoh Jawa
  •  Gamelan
  •  Falsafah
  •  Tradisi Jawa
This poll has 1 more questions.
Other polls | 36 votes | 0 comments

What's New

Stories

No new stories

Comments last 2 days

No new comments

Trackbacks last 2 days

No new trackbacks

Links last 2 weeks

No new links

Files last 14 days

No new files
No new comments

Media Gallery last 7 days

No new media items