Diambil dari tulisan Prof DR Simuh – tahun 2000
Koentjacaraningrat mengatakan sebagai berikut :
Bukti-bukti tertua mengenai adanya negara-negara Hindu Jawa berupa prasasti-prasasti dari batu yang ditemukan di pantai utara Jawa Barat, kurang lebih 60 kilometer sebelah timur kota Jakarta di lembah sungai Cisadane. Walaupun tidak ada tanggal pada prasasti itu, tetapi dilihat dari bentuk dan gaya huruf India Selatan dari tulisannya dapat diketahui bahwa prasasti itu merupakan suatu deskripsi mengenai beberapa upacara yang dilakukan oleh seorang raja untuk merayakan peresmian bangunan irigasi dan bangunan keagamaan dalam abad ke-4 Masehi. Raja ini adalah orang Indonesia yang berusaha meniru gaya hidup India, dengan memakai nama-nama Hindu dan mengundang orang-orang Brahmana dari India sebagai konsultan yang dapat memperkenalkan peradaban intelektual dan kesusastraan Hindu di istananya (Coedes 1948). Ia agaknya memperoleh petunjuk-petunjuk dari para Brahmana tersebut mengenai organisasi upacara kerajaan, sebagai dasar dari suatu sistem kerajaan yang diperintah oleh seorang raja yang keramat. Kebudayaan intelektual Hindu itu mungkin telah mendominasi hampir seluruh Asia Tenggara pada waktu itu, tetapi pengaruhnya terbesar adalah terhadap masyarakat istana; sedangkan konsep-konsep Hindu hanya sedikit mempengaruhi masyarakat petani di daerah pedesaan, yang cara hidupnya barangkali tidak banyak berubah sejak berabad-abad yang lalu. (Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, hal.38).
Headers" />
Headers" />
Headers" />






